HidUp Ini HanYa SemEnTarA

ALLAHUAKBAR!!!!!!!!!!

Sabtu, 09 April 2011

Muroqobah

terkenang dengan cerita sorang santri yang sangat disayangi gurunya. suatu ketika ada beberapa muridnya yang merasa sang guru terlalu pilih kasih terhadap murid yang disayanginya itu. setelah mendengar beberapa keluhan dari murid-muridnya, kemudian sang guru mengumpulkan semua muridnya, termasuk beberapa orang murid yang protes tadi dan murid yang disayanginya itu.
setelah semua berkumpul, sang guru menyuruh murid-muridnya kembali lagi esok hari dengan membawa seekor unggas. tibalah waktu dimana para murid berkumpul lagi dengan membawa seekor ayam. sang guru berkata pada murid-muridnya, "sembelihlah unggas yang kalian bawa, namun jangan sampai ada yang tahu, setelah selesai, kembalilah dan laporkan padaku kalau kalian sudah melaksanakan tugas dariku". mendengar perintah gurunya, murid murid pesantren itu langsung bergegas, mereka mencari tempat untuk menyembelih unggas yang mereka bawa. ada yang membawa ke gua, ada yang di atas pohon, ada yang di dalam kamar, banyak cara yang mereka lakukan hingga batas waktu yang ditentukan berakhir.
semua santri berkumpul lagi. semua telah melakukan apa yang diperintahkan sang guru, namun ada satu orang , satu orang yang menjadi santri kesayangan sang guru, tidak melaksanakan tugasnya dengan baik. mengapa?
para santri mulai meremehkan sang santri kesayangan guru. "tuh kan, guru kita salah menilai orang. masa murid yang ga bisa melaksanakan tugasnya dengan baik bisa lebih disayangi dari pada yang lain.." itulah beberapa tanggapan dari santri lain yang melihat kejadian tersebut.
sang guru tersenyum, lalu bertanya pada murid kesayangannya "wahai anakku, mengapa tak kau sembelih unggas itu?"
lalu sang murid menjawab, "wahai guruku yang dimuliakan Allah, engkau memerintahkan kami untuk menyembelih hewan ini, memang sungguh mudah tugas yang engkau berikan, namun tatkala engkau melarang ada yang melihat proses penyembelihannya, sungguh, inilah hal yang tersulit untuk dilakukan." itulah keluh sang murid.
sang guru melanjutkan, " wahai anakku, sulit seperti apa yang kau hadapi?"
"sungguh sulit, dan teramat sulit, memang mudah untuk melakukannya tanpa diketahui manusia, namun Allah Swt. Maha Tahu.. sudah saya peras akal ini untuk berfikir, tapi sungguh mustahil apabila saya bersembunyi dari Allah Swt." itulah jawaban bijak dari sang murid.
wahai saudaraku.. itulah salah satu jenis dari muroqobah.. merasa diawasi oleh Sang Penggenggam jiwa.

“Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat) dan melihat pula perubahan gerak badanmu diantara orang-orang yang sujud”

( QS.Asy-Syura:218-219)

Allah mengetahui apa yang kita lihat, Allah mengetahui apa yang kita sembunyikan, saudara saudaraku sadarlah, bahwasanya kita selalu dekat dengan Allah, kapanpun dan dimanapun.

sangatlah ironis sekali saat kita melihat beberapa kejadian hari ini, kejadian yang membuat hati ini meringis kesakitan, membuat jiwa ini meleleh bagaikan cahaya yang mulai menangis, menangis melihat perbuatan perbuatan keji yang dilakukan oleh sebagian orang.

sadarkah saat kita berbuat nista, Allah selalu mengawasi kita? begitu pula saat anda menyaksikan, menonton, melihat sesuatu yang diharamkan syari'at? masya Allah,, seharussnya kita sadar, saat mata menatap layar, tanpa sengaja sebuah kamera merekam kejadian kejadian nista itu. apalagi kameraNya, kamrera Allah Swt yang akan merekam secara sempurna apa yang telah kita lakukan.

kejadian yang dialami oleh kalangan elite politik negara yang sedang mengalami transisi ini memang menjadi sebuah hikmah teersendiri bagi kita, manusia memang tempat hilaf dan salah, terkadang kita hanya melihat sesuatu dari kacamata hitamnya saja. jarang sekali kita menatap dari segi yang lain.

saudara-saudaraku.. marilah kita sadari bahwa Allah itu selalu mengawasi kita, melihat kita, hati-hatilah saat bertindak, sadarilah bahwa Allah lebih dekat dari batang tenggorokan kita.

Tidak ada komentar: