HidUp Ini HanYa SemEnTarA

ALLAHUAKBAR!!!!!!!!!!

Minggu, 10 Februari 2008

Rizky Para Mujahid


RIZKY SANG MUJAHID

Suatu hari di DKM Al-ma’wa akan diadakan acara GAMELAN “Gelar Aksi Muslim Pelajar Sepekan”. Acara berjalan pada hari eX sampai hari double eX. Acara tersebut telah dipersiapkan matang-matang dengan format acara yang mungkin telah menguras otak dari seluruh panitia acara GAMELAN tersebut.

Setelah ini dan itu selesai munculah masalah yang sangat pelik. Untuk penutupan acara, direncanakan akan diadakan Tabligh akbar yang mengundang seorang ustadz kondang dan satu group nasyd yang cukup terkenal. Ustadznya sudah ditentukan dan group nasydnyapun sudah ditentukan siapa yang akan diundang untuk tampil pada acara penutupan GAMELAN. Namun, ustadznya baru bisa tampil jika saja ada uang transportasi sekian, dan group nasydnyapun baru bisa tampil bila ada uang transportasi sekian. Tak bisa dielakkan lagi semua panitia kebingungan mencari dana, datang kesana datang kesini tidak mendapatkan apa-apa. Otomatis gagalah acara penutupan yang direncanakan akan meriah dan menarik perhatian orang-orang untuk mengubah opini mereka bahwa anak Dkm “yang berbau Islam” itu tidak kampungan, tidak hanya duduk-duduk saja dimasjid sambil baca Al-qur’an, tetapi mereka bisa mengadakan acara-acara yang cukup menarik, contohnya berdakwah sambil bernyanyi(nasyid).

Setiap orang memiliki kadar rizki masing-masing. Ada yang ditakdirkan menjadi manusia yang berkecukupan, bahkan berlebih tetapi tidak sedikit pula yang hidup dalam kekurangan. Semua itu telah ALLAH Swt. takdirkan bagi kita sejak zaman ajali pada Lauh Mahfudz. Namun dari itu, janganlah mentang-mentang sudah dapat jatahnya sekian dan sekian sehingga kita merasa tidak berkewajiban untuk mencari rizki tersebut dan hanya diam saja. Tetapi kita harus berusaha mencarinya seperti yang ALLAH Swt. Firmankan Dalam surat Al-Jumu’ah:10 yang artinya “Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung”

Nah hal inilah yang selalu dilupakan oleh para aktivis/pendakwah. Rizki itu datangnya dari ALLAH Swt. Ada seorang ustadz tapi bila ia berdakwah dia harus dibayar dengan harga sekian, ada munsyid yang ngetop tapi bila mau tampil di satu tempat ia harus dibayar sekian. GAK LUCUKAN!? Kalo yang gituan mau disebut da’i-da’i atau pendakwah. Dakwah dilakukan secara Ikhlas, tanpa paksaan tanpa iming-iming tanpa apapun yang bisa menodai hakikat dakwah itu sendiri. Bahkan bisa jadi jalan dakwah, jalan untuk menuju ke-futuh-an menjadi terhambat.

Seharusnya seorang Aktivis/pendakwah sudah mempunyai kecukupan dalam financialnya. Dan jangan menggantungkan hidupnya dari berdakwah. Karena Bila ia menggantungkan hidupnya dari berdakwah setiap datang pada sebuah undangan untuk mengisi di satu tempat ia akan meminta bayaran. Dan hal itu mungkin akan mengganggu aktivitas dakwah dari orang-orang yang benar-benar berjuang (berdakwah) untuk kemajuan Islam.

Kita seharusnya yakin pada apa yang Allah Swt. Rencanakan bagi kita. Hal-hal yang Allah Swt.telah berikan merupakan sebuah cerminan bagi kita betapa maha pengasihnya Allah Swt kepada kita. Maka dari itu pantaskah kita meragukan Allah ? berdakwah tidak ikhlas apabila mau tampil Al-wajibun wal kudu’un harus dibayar?

Oleh karena itu, sahabat-sahabat sekalian para aktivis, hendaknya kita benar-benar berjuang di jalan-Nya dengan ikhlas tanpa mengharapkan imbalan apapun dari makhluk-Nya. Biarkan diri kita hanya mengharapkan keridhaan dari Allah Swt. Supaya mau menerima kita di akhirat kelak.

Mari teman-teman sekalian, saudara-saudaraku se-Islam, kita berjuang untuk menegakkan dienul Islam dengan kesungguhan yang nyata tanpa pamrih tanpa mau pilih-pilih. WALLAHU.....


By U12Unk Trade Mark

Tidak ada komentar: