akhir akhir ini ramai berita di media media yang menjadi corong utama informasi di negeri dengan populasi penduduk 200 juta lebih tentang kejadian "kudeta" di negara Mesir. banyak media yang memberi informasi bertentangan dengan kenyataan di lapangan. hal ini tentunya tidak lepas dari berbagai kepentingan yang ikut di dalamnya.
media informasi yang berasal dari layar kaca banyak memberikan informasi yang memang bertentangan dengan beberapa media informasi yang berasal dari media cetak. bergantung pada kepentingan yang mewakili media tersebut.
media yang seharusnya menjadi sarana keterbukaan informasi tidak menjadi sarana yang mewakili. cenderung menjadi alat bagi sebagian orang untuk menjadi populis bahkan menjadi alat untuk menyesatkan pikiran orang lain.
dalam berita yang turun dari media yang sangat adil dan jujur, tidak mewakili kepentingan apapun, REPUBLIKA.CO.ID saya mengutip bahkan mengkopi berita sebagai berikut :
"WASHINGTON---Amerika Serikat akan tetap meneruskan rencananya
mengirimkan empat pesawat jet tempur F-16 ke Mesir dalam beberapa minggu
mendatang, kata para pejabat AS. Rencana itu tetap dijalankan di saat
Washington secara hati-hati mempertimbangkan apakah akan menyebut
penggulingan pemimpin Mesir baru-baru ini sebagai kudeta militer.
Keputusan untuk menyatakan penggulingan Presiden Mesir Mohamed Mursi
pekan lalu sebagai kudeta akan, menurut hukum, mewajibkan pemerintahan
Presiden AS Barack Obama untuk menahan bantuan bagi tentara Mesir. Mesir
merupakan penerima bantuan terbesar kedua dari AS setelah Israel. Mesir
menerima 1,5 miliar dolar AS (Rp 14,9 triliun) setiap tahun.
Pesawat-pesawat jet itu merupakan bagian dari paket bantuan, kata
seorang pejabat departemen pertahanan AS. Pejabat departemen pertahanan
mengatakan pengiriman empat jet F-16 tersebut kemungkinan akan dilakukan
bulan Agustus mendatang. "Saat ini tidak ada perubahan menyangkut
rencana pengiriman pesawat-pesawat F-16 kepada militer Mesir," kata
pejabat kedua AS tanpa ingin disebutkan namanya.
Kalangan-kalangan Islamis yang mendukung Mursi --presiden Mesir
pertama kalinya yang terpilih melalui pemilihan bebas, menyalahkan
Amerika Serikat karena membiarkan terjadinya apa yang mereka sebut
sebagai kudeta militer."
dalam berita di atas bisa kita lihat betapa takutnya amerika, apabila mereka menghentikan bantuan operasional bagi militer mesir. dapat dipastikan "kudeta" yang menjadi perang saudara ini takkan pernah terjadi. karena itu mereka ketakutan, sehingga mereka akan tetap mengirimkan bantuan kepada militer mesir
sampai berita ini diturunkan, dikutip dari bersamadakwah " Penembakan
terhadap jama’ah shalat. Di lapangan Garda Republik, Kairo, 53 orang
termasuk anak-anak dan bayi syahid diberondong saat shalat Subuh. Di
kota lain seperti Arish, penembakan terhadap jama’ah shalat juga
terjadi."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar